Mengelola Web Menggunakan Google Sites dan Blogger

(Google Sites dan Blogger saya gunakan untuk mengelola web)

Tahun 2016 saya pertama kali membeli domain masinomaman.com untuk keperluan tugas kuliah. Semenjak itu, domain terus saya perpanjang mengingat saya bisa memanfaatkannya sebagai penunjang layanan desain yang saya buat serta menuruti ketertarikan saya terhadap kepenulisan.

Saya mengambil kuliah Desain Komunikasi Visual di Institut Seni Indonesia Surakarta (2014-2021) dan mata kuliah yang saya maksud tadi berjudul desain web periklanan. Dosen pengampu kurang lebih memberi dua materi dasar yang kemudian dikembangkan sendiri oleh masing-masing mahasiswa yaitu bagaimana menggunakan selfhosted CMS dari Wordpress dan Adobe Muse (-saat ini sudah dihentikan distribusinya). Masih sangat dasar mengingat fokus kuliah tersebut memang sebatas di desain saja. Dengan pemahaman dasar yang saya dapatkan akhirnya saya menggunakan keduanya untuk web saya pribadi hingga akhir 2021, dimana saya pada akhirnya cenderung lebih banyak menggunakan CMS Wordpress.

Tahun 2021 dengan kondisi pandemi menuntut banyak kegiatan untuk dilakukan secara online. Momen tersebut membuat dekat dengan ekosistem Google dan pada akhirnya banyak meluangkan waktu untuk mengeksplorasinya. Salah satu yang kemudian membuat saya tertarik adalah Google Sites, penggunaannya yang mudah dan tentu menunjang kustom domain baik dari Google Domain sendiri maupun penyedia domain pihak ketiga membuat saya mencobanya.

Membangun Web dengan Google Sites

Jika teman-teman memiliki skil membangun web yang masih sangat dasar, Google Sites adalah pilihan yang cukup baik. Anda tinggal melakukan drag and drop untuk elemen-elemen yang akan disusun seperti halnya menggunakan Elementor. Sangat cukup untuk kebutuhan dasar seperti landing page atau galeri portfolio. Menariknya, meskipun Google memiliki Google Domain sebagai layanan penyedia domain, mereka tetap memperbolehkan penggunaan domain dari penyedia pihak ketiga. Saya pun mencobanya.

Proses yang saya lalui cukup mudah. Dari mengatur tata letak hingga integrasi situs saya dengan domain pihak ketiga yang saya punya di Niagahoster. Saya sendiri juga baru saja mentransfer domain saya ke Niagahoster yang ternyata layanannya saya akui top. Sistem customer service-nya sangat fast response dan suportif. Tidak kaget mengingat penyedia ini masih satu grup dengan Hostinger yang skup layanannya internasional. Bintang lima dari saya.

(Tampilan web saya saat pertama kali menggunakan Google Sites)

Saya sempat kebingungan soal bagaimana cara agar web saya dapat diakses dengan naked domain atau tanpa www di awal alamat, secara Google tidak menyediakan fitur tersebut kecuali teman-teman berlangganan Google Workspace yang memiliki fitur Admin Console. Namun, setelah mencari di beberapa sumber internet saya menemukan caranya juga. Jika ada teman-teman yang tertarik dengan caranya boleh kok, mengobrol dengan kirim direct message ke Twitter saya.

Blogger sebagai Manajemen Konten

Salah satu yang pada akhirnya membuat saya tertarik untuk membuat website menggunakan layanan Google adalah karena saya ingin memiliki sistem manajemen konten yang berbasis cloud agar jika domain atau hosting saya mengalami masalah maka konten yang sudah saya buat tidak terpengaruh dan bisa dikembalikan kapan saja tanpa harus mengunggah ulang. Google Sites dan Blogger menjawab kebutuhan saya yang masih sebatas landing page dan manajemen konten saja.

Saya sempat mempertimbangkan untuk menggunakan Wordpress kembali. Namun, dengan keterbatasan pengetahuan ada beberapa kendala yang tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Pertama, jika menggunakan CMS yang bisa didapatkan secara gratis di wordpress.org ketahanan konten saya akan sangat bergantung pada bagaimana saya mengelola hosting yang saya miliki. Sementara jika saya menggunakan blog dari wordpress yang juga dapat digunakan gratis lewat wordpress.com, saya tidak dapat menggunakan domain dari pihak ketiga kecuali berlangganan paket yang disediakan mengingat saya sudah memiliki domain (-tanpa hosting) dari Niagahoster.

Pada akhirnya, saya memilih untuk menggabungkan Google Sites dengan Blogger. Google Sites saya gunakan untuk membuat landing page dengan domain utama saya masinomaman.com, serta Blogger saya gunakan untuk nge-blog dengan subdomain blog.masinomaman.com. Dengan begitu, setelah tata letak baik web maupun blog saya tuntas, saya tinggal memperbarui konten lewat fitur postingan yang sudah disediakan Blogger.

Kesimpulan

Buat saya, kombinasi Google Sites dan Blogger sudah sangat cukup mengingat kebutuhan saya hanya landing page berupa galeri portfolio dan blog saja. Saya sendiri tidak perlu memiliki hosting mengingat keduanya sudah disimpan secara cloud dan selalu dapat diakses dengan akun Google saya. Integrasi dengan domain dari pihak ketiga yang diizinkan Google juga sangat membantu mengingat kendala tersebut yang saya temui di kebanyakan web builder lain.

Saya sendiri masih sangat awam di pengembangan website. Jika ada teman-teman pembaca yang lebih jago dan berkenan memberi saran, saya terbuka untuk mengobrol lewat direct message Twitter. Sampai jumpa di sana 👋

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Komunikasi yang Sehat dari 'Sex Education' (18+)

Menolak Pertumbuhan